[Resensi Buku] Keep Your Lights On dan Project Baru

9574718

Rate: 5,7/10

Dari covernya saja, pasti orang2 sudah bisa menebak isi buku ini. Membahas tentang ide, yang erat kaitannya dengan kontes BIA (Black Innovation Award). Digagas langsung oleh salah satu jurinya, yaitu Yoris Sebastian, dengan tujuan menjangkau pelosok2 daerah yang gak bisa disinggahi workshop pra-kompetisi.
Untuk yang memang berniat ikut, mungkin buku ini bisa dijadikan tambahan motivasi + sedikit pegangan, menjelaskan  proses seleksi, dan melihatnya dari sisi para dewan juri (mayoritas juri, selain Yoris). Tapi untuk orang umum pun, buku ini disertai pembahasan koseptual tentang ide dan inovasi, contoh2 produk yang bisa ikut menstimulasi, dan juga menyinggung tentang HKI (Hak Kekayaan Intelektual).

Saya membaca buku ini sebanyak dua kali. Untuk yang pertama, entah kenapa saya agak jengah, karena merasa ada terlalu banyak repetisi, terutama di bagian pendefinisian inovasi, bahwa ‘inovasi adalah sesuatu yang tidak harus selalu baru, tapi bisa saja hanya pengembangan dari yang sudah ada’. Kalimat itu diulang terus menerus entah sampai berapa kali, dengan format yang sedikit berbeda, tapi jadinya tetap membosankan. Namun anehnya, saya tidak merasa demikian lagi pada saat baca ulang.

484517_10151044551344477_521399732_n

si project baru

Mungkin ini dikarenakan oleh isi buku yang adalah gabungan dari berbagai testimoni orang-orang yang pernah jadi juri (Nicholas Saputra, Sigi Wimala, Agni Pratista,dll).
Maka itulah alasan saya untuk meresensi buku ini (padahal bacanya sih udah lama).
Pasalnya, saya sedang bergabung dengan projek pembuatan buku, bertema volunteering, yang berisi 24 kisah dari 24 volunteer. Dengan satu benang merah, namun ditulis oleh sebegitu banyak orang, apalagi dengan ketidak pastian proses editing (karena lewat self-publishing), bukan tidak mungkin di dalamnya akan banyak sekali repetisi definisi. “Volunteering adalah…”, “volunteer artinya…”. Walaupun kalimatnya bisa saja direka-reka berdasar masing2 penulis, namun secara konteks tetaplah sama. Ya… semoga saja ini bisa dihindari. Tentu dengan koordinasi dari sejak awal. Terutama buku yang bagus rasanya bukanlah yang bersifat menggurui, tapi lebih seperti berbagi, maka makna yang didapat setiap orang pasti akan berbeda, tergantung penerimaan dan pengalaman pribadi masing2 pembaca.
Doakan saja ya! 😀

76081e546e8611e1989612313815112c_7

Dapet langsung dari mas Yoris.

Kembali ke buku BIA. Setelah menamatkannya hingga halaman terakhir (cuma 168 siih :p), jadi telintas beberapa hal juga di benak saya.
Yang pertama, saya jadi penasaran, apakah sudah ada atau belum produk BIA yang diproduksi masal, karena dari beberapa contoh yang dimuat, rasanya semua masih kurang familiar. Saya juga jadi penasaran tentang label ‘Best Seller’ yang ada di buku. Jujur aja, saya hanya ngasi rate 5.7, justru karena label tersebut. Ekspektasi tinggi, tapi ternyata tidak terlalu mind-blowing. Katanya sih ini buku seri kedua. Seri pertamanya sudah terbit jauh lebih dulu dan best seller juga. Berarti atau mungkin karena mayoritas materinya sudah tersedot di edisi pertama, jadi yang kedua ini sebagai tambahan saja? Ohh.. harus dibuktikan.

Selain itu, saya juga jadi berangan-angan loh tentang produk apa yang pengen saya liat di masa depan. Dan salah satunya adalah… alat yang bisa ngeliat bagian dalam tubuh dengan mudah. Mata kita bisa liat langsung setiap luka, goresan, atau apapun yang ada di permukaan kulit. Saya pengen itu bisa terjadi juga dengan setiap organ dalam tubuh saya. Langsung tau kalo2 ada yang gak beres dengan jantung, paru-paru, hati, dan itu semua jadi jauh lebih mudah dari sekarang, sesederhana kita bisa liat memar di betis.
Ide awalnya sih jelas karena penasaran sama kesehatan diri sendiri yang sebenernya. Tapi kalo disuru full medical check-up yang kayak masuk mesin scanning, kayaknya, ya gitu deeh :))


Disclosure: Ini adalah hasil repost dari http://hanirosidaini.blogspot.co.id/2012/08/resensi-buku-dan-project-baru.html untuk tujuan integrasi blog.

Advertisements

One thought on “[Resensi Buku] Keep Your Lights On dan Project Baru

  1. Pingback: Gaya Berbisnis ala Yoris Sebastian | Daddy's Little Warrior

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s