Dinamika Absolut

Setelah melalui banyak peristiwa/kejadian, perubahan perasaan, sebab akibat, dan pemikiran, akhirnya gw sampai di titik ini. Titik dimana gw harus membuka diri bahwa segala sesuatunya adalah dinamis. Gak ada yang pasti, gak ada yang akan selalu sama. Statis itu bisa jadi semu. Cuma pintu dari pandangan yang belum terbuka, atau denial kita akan sesuatu.

Kali ini gw emang spesifik membicarakan hubungan antar manusia. Bagaimana orang baik gak akan selalu baik, bisa berubah gak sesuai dengan ekspektasi kita. Dan orang jahat juga bisa melakukan kebaikan, yang mungkin akan kita sangkal kalo kita emang udah ngasih cap buruk. Dan dalam konteks ini, gw punya kecenderungan yang kurang bagus. Dulu, kalo udah sebel sama orang, selalu keterusan. Apapun yang dia lakukan, bawaannya sebel aja terus, kesel, dan gak suka. Makanya kalo ada orang yang berselisih, gw gak mau ikutan. Contoh: si A sama B bermasalah. Karena emang secara objektif si B yang salah, gw bisa aja jadi ikut sebel sama si B. Tapi resikonya, pas si A sama si B baikan, bisa jadi gw sebelnya tetep. Gak banget kan? Makanya kalo urusan orang, emang bagusnya gak usah ikut jadi pikiran. Mind your own business,dude. (Jelas bukan berarti gak peduli. Tapi ala-ala psikiater aja, gak jadi urusan personal). Dannn… itu perlu latihan.

Balik lagi ke atas, semuanya dinamis. Berawal dari kekecewaan akan seorang teman, walaupun gw sangat berusaha untuk mengingat semua kebaikan dia, tapi selalu berujung pada kenyataan bahwa semua hal bisa berubah. Gak perlu kaget, heran, atau berharap berlebihan. Semua akan kembali pada penerimaan kita. Maka yang harus dibentuk adalah kesiapan menghadapi ketidakpastian. Begitupun sebaliknya. Gw harus menanamkan dalam-dalam di otak, bahwa orang yang pernah menyakiti gw, tidak secara otomatis pasti akan melakukan hal yang sama. Pikiran-pikiran negatif itu justru akan menghalangi gw untuk menerima kebaikan yang bisa dia kasih. Dan bisa sangat mengukung perasaan, terhantui oleh masa lalu.

Tetap positif, namun fleksibel. Setiap hari adalah hari yang baru. Bukan masalah, tapi fokus pada solusi. Semoga selalu bisa mengontrol diri.

Terbuka!

 

 

Disclosure: Ini adalah hasil repost dari http://hanirosidaini.blogspot.co.id/2012/09/resensi-buku-raditya-dika-marmut-merah.html untuk tujuan integrasi blog.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s