Jangan Telat Perpanjang Domain!

holding-a-dot-com1

hap!

Haaaaiii…!! ūüėÄ

Here is my another daily note. Something that might be very common for some people, but could be an information for others, so I choose to share it with you guys..

Jadiii… ceritanya kan aku ngelola beberapa domain yang aktif nih, entah itu untuk pribadi ataupun usaha. Untuk yang belum tau apa itu domain, bisa cek lebih lengkap disini, atau gampangnya sih; nama website,¬†¬†kayak halo.com, halo.net, dll, dimana untuk pake domain itu, kalian harus sewa dalam jangka waktu tertentu, yang standarnya sih per tahun.

Nah, ternyata, ada salah satu domainku yang masuk masa expired seminggu lebih yang lalu. Emang sih, ada email pemberitahuan sebelumnya, tapi karena gak sempet, jadi ya belom ditanggepin. Terus, baru inget kemaren, dan pas login ke website penyedia domain-nya, ternyata kok jadi gak ada di daftar aku. Nanya langsung ke customer service, dan tadaaa… ternyata dia bilang domain aku jadi udah masuk “Queue to Deletion”. Ngek. Rrr… oke… jadi gimana tuh? Bla bla bla bla… intinya, kalo mau perpanjang sekarang, kita jadi harus bayar 10x lipat dari harganya. Dhuarrr! Hmmm… ngitung-ngitung, kalo yang standarnya 110rb/tahun jadi 1,1 juta dong? yang 200rb jadi 2 juta? dan kalo 400rb jadi 4 juta? Huweee…

“Well, okay.. is there another option, please?”
 
Dan ya, ternyata ada opsi lain. Yaitu kita harus nunggu 70-90 hari sampe domain itu dihapus, terus kita beli baru lagi dengan harga normal. “Okay, that’s more make sense…” but hey, wait! Masalahnya, domain yang (terpaksa) gak aktif itu, hostingnya lumayan gede (hosting = tempat nyimpen data website, bayar juga, makin gede kapasitas, makin mahal). Dan hosting-annya itu emang kebetulan punya masa expired yang beda. So, kalo mesti nunggu 90 hari, itu artinya selama 3 bulan, hostingnya jadi nganggur, gak kepake sama sekali, dan jadi mubadzir. *sigh* Itupun setelah ditanyain lagi, ternyata sang customer service gak bisa mastiin tanggal “penghapusannya” itu kapan, cuma bisa ngasih range waktunya aja. Jadi kalo domain kalian “hot” banget, ya mesti wanti-wanti juga, takutnya pas udah kehapus, eh tiba-tiba udah keburu langsung disamber orang. *double sigh* (Berlebihan sih emang, tapi kan namanya juga “kalo”, muehehehe…)
Jadi, pilihan aku sekarang sih, perpanjang domain hari ini juga, atau ya relain aja hosting-nya jadi mubadzir, haha… Ya.. demikianlah. Udah dulu ya. Aku mau ngitung dan nimbang-nimbang dulu nih mending gimana. Ciaaooo~ X’D

– Bandung, di kamar sambil nikmatin cuaca yang bikin waktu istirahat makin nikmat B)) (the weather of this city is really a thing that i miss the most!)

DIsclosure: ini adalah hasil repost dari http://hanirosidaini.blogspot.co.id/2015/02/jangan-telat-perpanjang-domain.html untuk tujuan integrasi blog
Advertisements

Scrum? Apaan tu?

AlbertEinstein

Langsung inget kalimatnya opa Einstein di atas begitu Yuricho Billy cerita soal pertanyaannya ke seorang Scrum Master tentang apa itu Scrum, gunanya apa, dan kenapa kita harus pake Scrum, yang mana jawabannya dirasa gak bikin ngerti sama sekali. Gak jelas.

Bikin gw juga jadi penasaran sebenernya Scrum itu apa, secara lagi lumayan happening, jadi mulai banyak workshop-nya juga, dan orang-orang (katanya) jadi ikutan make (entah karena mereka emang udah beneran ngerti atau biar keliatan up-to-date aja). Dan tantangannya adalah, setelah ntar gw pelajari, apakah gw bisa menjelaskan secara sederhana soal ini ke si Cocho dan bikin dia ngerti? Haha..

Baca, baca, baca, dan ha! Gak ada yang menarik ~,~

Oke, yang gw tangkep adalah.. Scrum ini sejenis salah satu metode manajemen gimana caranya handle suatu project (yang disini lebih bertendensi ke bidang IT development) untuk mengefektifkan cara kerja dan jadi jembatan antara keinginan project owner dan developer (karena project owner berorientasi waktu, harus on time sesuai perjanjian ke klien, sedangkan developer bukan robot yang skill-nya bisa ditekan kalo mau hasil bagus). Salah satu caranya adalah membagi masa pengerjaan project ke dalam beberapa termin, dimana tiap selesai satu termin, kita semua harus meeting dan review bareng, termasuk expose progress itu ke sang klien biar doi tau update-annya. Cuma jadi agak ribet disini karena pake banyak istilah, ya artifacts lah, backlog, sprint, increment, bla bla bla.. ^^

Sekilas langsung inget dan jadi mirip sama Lean Startup (ya nggak sih?). Cuma bedanya, Lean Startup fokus ke produk, sedangkan si Scrum lebih concern ke orang-orangnya juga. Inti objektifnya sama; efektifitas. Kenapa jadi beken? Jelas, karena konsep ini dateng dari pusat teknologi dunia dan terbukti berhasil di sana. But again.. gak semua yang sukses di luar bisa berhasil di Indonesia, dan sebenernya gak harus juga semua diadaptasi kemari. Ya.. lumayan sih buat jadi referensi, tapi kenyataannya, punya metode yang macem2 kadang justru lebih menarik, hehe.. atau lebih bagus ya kita bikin metode sendiri (kali-kali) terus dinamain dan bikin itu worldwide :))
Ada pendapat? =)
 
— tengah hari, di tengah kota-kota yang menunggu didatangi, saat bingung jadinya mau pake facebook social plugin atau nggak buat insert komen di blog
 
Sumber referensi:

http://www.scrumguides.org/scrum-guide.html#team-sm
View at Medium.com
http://scrum-indonesia.org/apa-itu-scrum

(Disclosure: postingan ini repost dari status saya di akun facebook pribadi. Yaa.. daripada ntar tenggelam ditelan waktu, mending saya posting di sini juga, biar sekalian ada update, hehe..)