Yuk, nyoba sekolah di Australia Pake Beasiswa Ini!

image1

yea, my student card

So sorry to update it late, since you have only a day if you really want to join this scholarship program. Well, actually I posted it on my Path several weeks ago, which meant there were people in my private circle who knew it, while actually I expected many of my friends would apply.

Sooo.. here it is, ehm..

Jadii..
Buat temen-temen yang nanya kemarin Hani ikut program apa di Ostrali dan gimana cara dapetinnya, sebenernya udah sempet Hani ceritain sih di sini. Nah, good news-nya, buat yang pengen nyoba ikut program sejenis, kesempatannya lagi dibuka nih. Dan Hani pengen banget temen-temen pada daftar. Kenapa? Salah satu alesannya adalah karena beasiswa ini kesempatan dapetnya lebih gede (ya dibanding beasiswa2 Australia Award yang lain), karena yang dapet infonya cuma segelintir orang, sedangkan deadline-nya lumayan mepet, ehehe..

Ini masih termasuk program dari pemerintah Ostrali, tapi yang emang kalian gak bisa langsung daftar sendiri ke mereka, karena sistemnya harus lewat partner lembaga di negara yang bersangkutan. Dalam kesempatan kali ini, pihaknya adalah KPPA-RI (Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak-Republik Indonesia) karena selain belajar soal bisnis, memang subjeknya agak berkenaan dengan perempuan dan dilaksanakannya pun oleh Gender Consortium-nya kampus di Adelaide. Eits! Tapi bukan berarti laki-laki gak bisa ikut loh! Justru, di-encourage untuk berpartisipasi, begitupun teman-teman difabel di seluruh Indonesia. Mereka mengharapkan kalian semua terlibat.

Dan berikut ini alasan-alasan lain menurut Hani kenapa program ini menarik:

1. Australia Award gitu lohh..
Buat scholarship hunter, pasti udah familiar dengan salah satu penyedia beasiswa prestise ini. Bukan cuma karena ini dikasihnya dari pihak pemerintah, tapi mereka juga terkenal loyal dalam ngasih fasilitas. Istilahnya, once u’ve become their awardee, they just want you to focus on your study, you dont have to worry about something elses. Living allowance-nya lebih dari cukup. Sekitar AU$2200/bulan.

2. Adelaide!
Awalnya Hani juga nganggep “duh, di Adelaide.. kenapa gak Melbourne atau Sydney aja sih? Tapi setelah nyampe, ternyata I prefer Adelaide a lot to those cities. Ntar bisa nyobain sendiri deh. Di samping itu juga, biaya hidup di Adelaide lebih murah, sedangkan uang beasiswa yang dikasih ke para awardee se-Ostrali itu sama besarnya. Jadi dapet uangnya sama, tapi kalian bisa spend lebih kecil, asik kan? Bisa banyak nabung deh. Dan lagian, walaupun tinggal di Adelaide, tetep bisa jalan-jalan ke state lain kok 8))

3. Durasi Program
Untuk program yang ini, bakalan berlangsung selama full 3 bulan. Kayaknya gak terlalu bentar, dan gak terlalu lama juga. Lumayan untuk bisa menghayati gimana rasanya hidup di Ostrali, tanpa ninggalin kerjaan di Indo terlalu lama. Diadainnya pun di bulan-bulan terbaiknya Ostrali; after winter.

4. Syarat gak ribet
Gak harus pake sertifikat IELTS, dan bikin visa nya pun dipermudah karena tipe khusus yang disupport pihak Ostrali-nya langsung.

5. Kredit Universitas!
Walaupun short-course, karena diadain di kampus, kalian bisa dapet kredit dari universitas yang bersangkutan. Dan itu bisa buat motong jatah SKS kalo kalian lanjut di jurusan yang masih linear.

 

Jadi, pertimbangannya apa lagi dong, Han? Bagian yang gak enaknya, gitu?
Mmm..
Bisa dibilang selama Hani di Ostrali sih, gak terlalu ngalamin yang gak enak. Hidup teratur, masyarakat yang civilized, gak pernah ngalamin tindakan rasis juga (instead, ngerasa orang-orang Oz jauh lebih ramah), ngerasa aman, yang bahkan bisa jalan-jalan santai sendirian tengah malem. Dan mungkin karena emang banyak di kampus juga kali ya… Paling poin-poin ini yang silakan dipikirin konsekuensinya:

1.  Ninggalin keluarga dan kerjaan di Indo.
Dalam kasus Hani sih, sama yang barengan, Hani paling muda, satu-satunya yang kepala dua dan belum menikah. Jadi, beban ninggalin keluarga gak terlalu gimana banget. Tapi liat ibu-ibu yang lain, ninggalin suami dan anak itu pasti berat lah.. Apalagi yang anaknya masih kecil. Lalu, kalo kalian karyawan dan ambil cuti, mungkin bisa agak rileks juga. Tapi untuk temen-temen pengusaha yang mesti ninggalin bisnisnya, kerja remote itu tantangan. Karena Senin-Jumat dari pagi sampe sore bakal di kampus terus. Sedangkan pulangnya, pasti kalian pengen ngerjain macem-macem, dan weekend adalah saatnya jalan-jalan. Jadi manajemen waktunya harus bagus.

2.  Materinya banyak social studies
Gender perspective, people with disabilities, domestic violence, child-safe environment. Di samping “entrepreneurial spirit”, kalian harus siap juga nerima semua materi itu. Buat yang bidangnya emang disitu pasti asyik. Yang kalo di kasus Hani sih, yaa sometimes I felt so overwhelmed.. I prefer to drown myself in engineering journals or business cases. Human is such a very complicated creature, and at some points, I’m really tired of it V(.__.)

 

Nah.. lalu, gimana tips n trik-nya biar lolos, Han?
Satu yang utama deh; tell them how valuable and influencing you are. Yang barengan sama Hani kemaren, dari Indonesia ataupun Mongolia, itu pada ibu-ibu, dan cuma beberapa orang yang bahasa Inggrisnya bagus. Tapi, mereka semua orang-orang di posisi strategis. Banyak orang pemerintahan (yang artinya pembuat regulasi untuk masyarakat), direktur-direktur lembaga (yang jelas berarti punya pengaruh di lingkaran luas), pemilik-pemilik usaha, dan aktivis NGO. Jadi, pokoknya share aja gimana keberadaan kalian akan bisa ngubah orang-orang di sekeliling juga.

After program-nya nanti, kalian akan diminta bikin action plan dengan periode tertentu, yang gunanya membuktikan kesemuanya itu. Action plan tiap orang akan berbeda tergantung dari apa yang sudah dia pelajari dan ingin diterapkan di posisinya. Ya gitu aja sih… cari kesempatan yang banyak, belajar apapun yang dimau di luar materi kuliah, jalan-jalan, dan enjoy the memorable Australia 😀

Berikut adalah surat resmi dan form yang harus segera diisi: https://www.dropbox.com/sh/m6vk4kii340qo4g/AABwthCWY1modGaxeESxuxona?dl=0
Jika ada info terkait dan kesempatan-kesempatan lain yang akan datang, insya Allah akan Hani posting di blog ini. Jadi, jangan lupa subscribe ya! ❤

 

February 17th in a hurry writing,

Your Hani

Advertisements

3 thoughts on “Yuk, nyoba sekolah di Australia Pake Beasiswa Ini!

  1. Aaaakk Hani…mau juga dong >,<
    Dih gaya saya nih, udah pengen lanjut ke Oz padahal S1 di sini aja gak kelar-kelar. Sepertinya besok-besok saya bakalan rajin ke blog ini deh 😀

    btw, salam kenal yaa ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s