TIPS AGAR PRODUKTIF (ala Hani)

Busy copy

aku tertohok xD

 

Kenapa ala Hani? Ya karena best practices ini berlaku dan efektif untuk aku, tapi belum tentu efektif untuk orang lain. Yang jelas kita hidup di era digital media dimana kita selalu dibombardir oleh informasi dan (lets say) tuntutan eksistensi, padahal semakin kita sadar, semakin kita mengerti bahwa definisi sibuk dan produktif itu sangat berbeda. Apapun role kita, pekerjaan kita, banyak dari kita yang terjebak dalam salah satu paradoks hidup, yaitu semakin banyak alat untuk mengefektifkan waktu, tapi kita malah merasa semakin tidak punya banyak waktu. Selain karena sekalangan orang memang memiliki kesulitan untuk menentukan prioritas. Padahal, merasa produktif dan mencapai sesuatu juga termasuk faktor penting yang menentukan untuk orang merasa senang dengan dirinya, dan mengurangi kegelisahan karena setidaknya dia tahu bahwa dia tetap mengalami progress.

So, langsung aja, ini dia beberapa tips-nya:

1. Jangan Bikin To-Do-List

“Hah? Serius, Han? Jangan bikin to-do-list?”.
“Iya. Jangan bikin to-do-list”.

Atau lebih tepatnya adalah JANGAN CUMA bikin to-do-list. To-do-list is good, dan merupakan langkah awal bahwa kita tahu persis apa aja yang harus dikerjakan secara detail. Tapi yang lebih penting lagi setelahnya adalah bikin SCHEDULING dari semua to-do-list itu. Kita pos-pos-kan setiap “task & goal” yang kita punya ke setiap hari yang ada dan tentukan kapan itu harus dikerjakan SAMPAI SELESAI. Unless your to-do-list will always be just a list. Kalo cuma liat list, kita hanya akan selalu ngerasa bahwa kerjaan kita super banyak (dan mungkin memang akan selalu begitu). Tapi kalo cuma diliatin atau dikerjain tanpa bikin goal dan scheduling, bisa jadi kita loncat-loncat dari task yang satu ke task yang lain, tanpa bener-bener fokus dan beresnya bisa entah kapan, yang akhirnya ngerasa selalu sibuk, tapi sibuk yang karena memang gak teratur. Terutamanya ya untuk pekerjaan-pekerjaan mandiri dimana gak ada orang lain yang selalu nagih kerjaan kecuali kita sadar bahwa ini harus dikerjakan sampai selesai. So, scheduling is a must!

2. Hindari Buka Email Pagi Hari

Kecuali kamu orang superrrrrrr penting yang harus selalu buka email kapanpun, bener-bener gak bisa nunda sama sekali, karena kalo telat buka email bisa hilang ratusan juta, hindari buka email pagi-pagi di awal kita memulai hari. Kenapa? Karena kita asumsikan aja kita udah punya to-do-list untuk hari itu dan apa aja yang harus selesai di akhir hari. Dengan buka email pagi-pagi, bisa jadi banyak yang akhirnya mengarahkan kita untuk mengerjakan yang lain-lain dulu, yang kadang urgensinya kurang, tapi akhirnya menyita waktu dan mendistraksi kita dari yang seharusnya dikerjakan dan sudah ditargetkan. Time waits for no one. Dan ini terkait juga dengan alasan atau tips berikutnya…

3. Pahami Jadwal Kemampuan Otak

Alasan lain kenapa aku gak menyarankan buka email pagi-pagi, adalah karena aku baca dan mengamini tentang jadwal kemampuan otak mayoritas orang. Yaitu bahwa di pagi hari otak kita bisa berada di tingkat optimal. Artinya, ini waktu yang bagus kalo kita mau mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang cukup sulit, butuh konsentrasi tinggi, dan pemikiran penuh. Otak kita sedang bisa untuk diajak bekerja keras, maka mulailah dengan yang paling susah. So, aku sih sayang banget kalo waktu yang bagus ini cuma dipake untuk sorting email atau pekerjaan yang bisa dikerjakan di sesi waktu yang lain.
Nah, ketika beranjak siang, kadang otaknya sudah agak mengendur. Biasanya sih aku nyari tempat beraktifitas dimana aku bisa berada di tengah orang-orang, merasakan dinamika orang lain mengerjakan kegiatan mereka, dan ikut sibuk bersamanya. Energi yang ada dari orang-orang bisa mendorong kita untuk tetap bergerak dan produktif.
Kalo udah agak malem, baru deh, otak kita memang relatif lebih rileks, jadi kita bisa mengerjakan hal-hal yang lebih santai. Mungkin masih bisa meeting, cek dan bales email (nah, ini waktunya), rancang schedule untuk hari-hari berikutnya, baca buku, sekilas buka social media, dan lain-lain sisa dari daftar kegiatan. Emang sih banyak juga dari kita yang “ON”-nya kalo udah larut malem. Pastikan aja gak terlalu sampe pagi, karena bayar hutang dari tidur minim biasanya malah jadi berkali lipat waktunya dan badan jadi gak terlalu fresh, yang akhirnya secara jangka panjang belum tentu bisa lebih produktif.
(Atau mungkin kalian punya karakteristik waktu fokus yang berbeda? Share with me!)

4. Focus On Deeper Things

Menulis twit dan menulis blog (atau lebih ekstrimnya; menulis buku) itu sama-sama kegiatan menulis. Membaca artikel berita dan membaca buku juga sama-sama kegiatan membaca. Lalu apa bedanya? Dalam satu hari mungkin kita bisa baca belasan artikel berita tentang tema yang berbeda. Tapi dibanding menyelesaikan satu buku tebal, kira-kira efeknya bagaimana? Atau lebih merasa produktif mana kita antara saat menulis twit dan menulis buku?
Buat aku, jelas menulis tulisan panjang dan menyelesaikan satu buku jauh lebih produktif (selain bisa update akun Goodreads, hehe..), dan di antara semua itu yang membedakan adalah karena salah satunya membutuhkan deeper thinking dibanding yang lain. Dalam semua yang kita kerjakan, selalu ada hal-hal yang membutuhkan fokus lebih, kerja lebih, usaha lebih, dan juga waktu yang lebih lama. Proyek serius dan besar pasti membutuhkan perencanaan matang, kerja maksimal, disiplin tinggi, tahan banting, yang pasti dibarengi juga oleh deeper thinking. Menyelesaikan pekerjaan yang sudah kita mulai juga begitu. Secara hasil, deeper things ini jauh lebih membuat kita merasa sudah accomplish sesuatu, lebih membuat kita naik level dibanding sebelumnya, karena memang ada proses lebih yang harus dilewati. Hasilnya, bisa membuat kita juga lebih produktif. So, focus on deeper things menurut aku powerful untuk yang bener-bener pengen ngerasa produktif secara komprehensif.

Nah.. gimana?

Sekian untuk kali ini. Semoga ada yang bisa dijadikan catatan. Sekali lagi, ini ala Hani. Tiap orang pasti beda-beda caranya, apa yang paling cocok untuk dikerjakan. Ada beberapa tips lain juga, tapi sayangnya diri sendiri aja susah untuk praktek, haha.. jadi… terima kasih sudah membaca blog ini. Setidaknya menulis postingan ini juga membuat aku merasa lebih produktif ^^

 

malam, Jakarta, 23 Juli 2016

di saat internet mati dan gak ada camilan sama sekali

 

Updated: Adding to the article above, I think I just agreed about an idea regarding this: VALUE OF TIME; we have to know how much we can value ourselves.
.
For example, we can simply divide how much money we expect to earn in a month with 30 days, and then divide with 24 hours, and with 60 minutes at last, until we get our value in each minute. It makes us more aware about how valuable our time is, and every time we get lazy, at least we know how much we waste. (Exclude for our personal and social life, especially time for our family, coz however they’re priceless, irreplaceable, and we need to socialize as well). Yet knowing our value of time is powerful!
.
I have ever met a successful business woman who knew exactly how much her time worth per hour. So when there was an agenda which not compensate that “value”, she prefer ask someone to replace her and she would do something more valuable instead. Very decisive. She would not say yes to any seminar that invited her to be a speaker, coz she knew that popularity aint her goal, but do the right things were. And she always achieve her target so far. I think this is also one of aspects about knowing ourselves. Or just like in business: YOU CANT MANAGE WHAT YOU CANT COUNT. Think about it..
.
So, lets give it a try. Count your value per each minute and put that in your head. Or.. would you share to me how you deal with time and targets?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s