Bertemu Pak Yanuar Nugroho

WhatsApp Image 2017-05-18 at 2.42.47 PM

Pak Yanuar Nugroho, Kepala Deputi II KSP (Kantor Staf Presiden) RI

 

Saya ingat betul pertama kali “berkenalan” dengan Pak YN itu adalah tahun 2011, lewat postingan di blog-nya om Bukik, praktisi psikologi yang blog-nya senang saya kunjungi karena memang membahas berbagai hal menarik dari sudut pandang yang berbeda. Waktu itu bercerita tentang sosok Pak YN dari sisi yang lebih personal, dan kisahnya memang inspiratif. Thanks to twitter!, akhirnya saya pun jadi punya kesempatan berinteraksi langsung dengan Pak YN dan menyimak cuitan-cuitan beliau yang insightful, baik tentang kehidupannya sebagai researcher di Inggris, berbagai info menarik, dan pandangannya tentang Indonesia. (Jujur, ini salah satu yang masih bikin saya heran, kenapa banyak orang suka lock akun twitter-nya, karena kalau dimanfaatkan dengan betul, bisa buka banyak sekali kesempatan)

Mungkin Pak YN juga tidak sadar kalimat-kalimat sederhananya bisa berdampak bagi saya. Salah satunya adalah bahwa tulisan-tulisannya yang akhirnya dulu menyelamatkan beliau ntuk mendapatkan kesempatan membantu seorang profesor di Manchester. Waktu itu saya jadi makin yakin bahwa menulis itu penting, karena orang-orang di luar (sepertinya) lebih menghargai orang-orang yang bisa menulis. Mungkin karena dianggap berkontribusi kepada masyarakat melalui buah pikiran? Bisa jadi. Yang jelas, saya juga jadi semangat untuk tidak pernah berhenti belajar menulis. (Anw, Pak YN juga bahkan sampai sekarang, selain tulisan ilmiah, kadang-kadang masih ngeblog loh)

Waktu berlalu, saya masih sesekali menyimak berita-beritanya, salah satu risetnya juga tentang dinamika masyarakat dan media (menarik karena background formil Bapak adalah teknik), lalu tak disangka ternyata tiba-tiba berpapasan jalan di KSP. Beliau yang ternyata sekarang sudah menjadi Kepala di Deputi II, sejujurnya juga jadi salah satu excitement tersendiri untuk saya masuk institusi ini. Kesibukannya tentu jauh lebih ekstrim sehingga kesempatan bertemu pun ya hanya jika beruntung saja. Apalagi karena memang ternyata tim saya ada di Deputi I dan operasionalnya dilaksanakan di gedung yang berbeda.

Akhir kata, saya pikir tahapan karir sekarang bukan persis yang dicita-citakan dan direncanakan matang oleh beliau dari dulu (karena toh KSP juga ada karena bentukan presiden periode ini) dan beliau masih sangat memiliki jiwa sebagai seorang peneliti, walau memang konsentrasinya banyak konvergen di kebijakan publik. Poinnya, saya juga jadi terbayang saya tidak tahu persis akan jadi apa saya 10-15 tahun lagi. Tapi ya semoga seperti Pak YN, ilmu dan kepeduliannya bisa disalurkan dengan baik dan bermanfaat untuk masyarakat banyak. Semoga.

 

Siang hari di kota Jakarta,

sambil menyusun notulensi dari Forum Komunikasi Publik untuk Rancangan Perpres kemarin >,<

 

PS: Public speaking-nya Bapak juga ternyata bagus loh. Worth to learn.

Advertisements